Usaha Peternakan di Indonesia

Usaha Peternakan di Indonesia

Sektor Usaha Peternakan di Indonesia

Usaha peternakan di Indonesia cukup menjanjikan sehingga banyak investor yang ingin menanam modal mereka di bidang usaha ini. Beberapa jenis usaha dalam bidang peternakan yang banyak diminati oleh masyarakat adalah peternakan ayam potong, lele, kambing, dan sapi. Semua kegiatan penanaman modal di usaha peternakan telah diatur oleh BKPM (Badan Koordinasi Penanaman Modal). Baru-baru ini BKPM telah mengidentifikasi adanya minat investasi Selandia baru untuk menanamkan modalnya dalam usaha ternak sapi perah.

BKPM merupakan lembaga pemerintahan yang bertugas sebagai advokasi para investor yang akan menanamkan modalnya di Indonesia. Badan ini memiliki tugas dan fungsi penting, diantaranya adalah:

  1. Merumuskan kebijakan dalam bidang penanaman modal
  2. Melaksanakan kebijakan yang telah disetujui
  3. Mengembangkan berbagai sector usaha
  4. Mengatasi berbagai masalah dan hambatan dalam penanaman modal
  5. Mengkoordinasi semua kegiatan penanaman modal baik asing maupun dalam negeri

Salah satu usaha yang dibawahi oleh BKPM adalah usaha dalam bidang peternakan. Usaha peternakan di Indonesia ini semakin berkembang seiring dengan meningkatnya permintaan pasar akan komoditi ikan, daging, dan susu. Menjelang perayaan hari besar hampir semua komoditi tersebut naik karena jumlah permintaan semakin tinggi sedangkan barang yang tersedia tidak mencukupi, sehingga usaha ini sangat menjanjikan untuk digeluti.

Usaha ternak memiliki resiko yang cukup tinggi tetapi keuntungannya juga sangat menjanjikan. Hal-hal yang dapat mengakibatkan kerugian pada usaha ternak diantaranya yaitu:

  1. Pasokan komoditi ternak besar sedangkan permintaan sangat sepi, hal ini dapat menurunkan harga dipasaran.
  2. Harga pakan ternak melambung tinggi sedangkan harga penjualan ternak tidak mengalami kenaikan
  3. Biaya operasional yang cukup tinggi sehingga membutuhkan modal yang cukup besar juga
  4. Adanya wabah penyakit yang ddapat menyerang ternak secara bersamaan sehingga menyebabkan kematian ternak dalam skala besar

Semua hal tersebut memang menyebabkan jumlah kerugian yang tidak sedikit jumlahnya, tetapi jangan lupa bahwa usaha ternak ini merupakan usaha yang digalakkan oleh pemerintah dengan penanaman modal yang cukup besar. Jadi Anda tidak perlu khawatir untuk mencoba usaha ini.

Usaha Peternakan Sapi RI di Incar Investor Selandia Baru

usaha peternakan di indonesia

sektor peternakan ini juga merupakan salah satu primadona investasi dari luar negeri, BKPM telah melakukan identifikasi bahwa ternyata minat para investor perusahaan susu yang ternama di Selandia Baru semakin berhasrat tinggi untuk menanamkan dananya dalam usaha peternakan sapi khususnya sapi perah dan sudah terintegrasi dengan beberapa industri pengelolaan susu di Indonesia. Franky Sibarani sebagai pimpinan BKPM menginformasikan bahwa terdapat komitmen yang besar dengan investor Selandia baru dan tidak terlepas dari potensi yang semakin besar atas perkembangan susu seiring pertumbuhan penduduk atau masyarakat Indonesia yang semakin hari semakin tinggi. Investor perusahaan susu Selandia Baru itu ingin melakukan investasi dalam bisnis peternakan susu sapi dengan harapan dan tujuan untuk memenangkan market dalam negeri serta mengamankan begitu banyaknya bahan baku dari berbagai industri susu yang mereka miliki. “Ujar Franky”.

Selain itu, Franky juga menginformasikan bahwa sekarang ini porsi dana yang diberikan investor perusahaan Selandia Baru dengan upaya keinginan mereka untuk menanamkan modal dalam usaha peternakan di Indonesia terbilang masih rendah atau belum begitu maksimal. Menurut catatan dari BKPM, bahwa komitmen investasi dari perusahaan Selandia Baru dengan kurun waktu antara 2010 hingga 2015 silam baru mengansumsikan dana sebesar US 38 juta sebagai angka realisasi investor perusahaan susu sapi perah Selandia Baru. Dengan adanya hasrat dan minat yang begitu besar dari perusahaan susu sapi perah Selandia Baru tersebut, Franky berharap bisa memaksimalkan nilai investasi dari perusahaan sapi perah Selandia Baru.

Franky juga menjelaskan lebih lanjut mengenai hitungan dari BKPM bahwa semua produksi susu sapi perah segar yang tercatat memperoleh izin usaha tetap kurang lebihnya sekitar 12.000 ton/tahun. Dimana, angka tersebut secara resmi dipasok oleh beberapa perusahaan industri sapi perah Indonesia. Untuk itu, setidaknya perusahaan industri sapi perah Indonesia harus mempunyai 3.000 ekor lebih sapi perah setiap tahunnya. Selain itu, Franky juga menyatakan kalau kondisi produksi khusus susu nasional sekarang ini masih bergantung pada bahan baku dari impor. Inilah yang wajib disadari oleh produsen susu di Indonesia.

Share